Thioguanine Obat Apa? Manfaat, Dosis, Kandungan, dan Efek Sampingnya

Daftar Isi

Thioguanine adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati leukemia, termasuk leukemia mieloid akut dan kronis. Ketahui manfaat, dosis, kandungan, serta efek samping Thioguanine dalam artikel ini.

Thioguanine Obat Apa? Manfaat, Dosis, Kandungan, dan Efek Sampingnya

Apa Itu Thioguanine?

Thioguanine adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati leukemia mieloid akut (AML) dan leukemia mieloid kronis (CML). Obat ini termasuk dalam kelompok antimetabolit purin, yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel kanker, terutama sel darah putih abnormal yang berkembang secara tidak terkendali pada leukemia.

Thioguanine sering digunakan sebagai bagian dari kombinasi terapi dalam pengobatan leukemia, baik pada tahap induksi maupun pemeliharaan. Obat ini bekerja dengan mengganggu sintesis DNA dan RNA dalam sel kanker, sehingga menghentikan pembelahan sel dan menghambat pertumbuhan tumor.

Manfaat Thioguanine

Thioguanine digunakan secara khusus dalam pengobatan berbagai jenis leukemia. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari Thioguanine:

1. Mengobati Leukemia Mieloid Akut (AML)

Thioguanine digunakan dalam kombinasi dengan obat kemoterapi lain untuk mengobati AML, yaitu jenis kanker darah yang ditandai dengan produksi berlebihan sel mieloid abnormal dalam sumsum tulang.

2. Mengobati Leukemia Mieloid Kronis (CML)

Pada CML, Thioguanine digunakan untuk mengurangi jumlah sel leukemia dan memperlambat perkembangan penyakit.

3. Terapi Pemeliharaan pada Pasien Leukemia

Thioguanine digunakan dalam terapi jangka panjang untuk mencegah kekambuhan leukemia setelah pasien mengalami remisi.

4. Kombinasi dengan Kemoterapi Lain

Thioguanine sering dikombinasikan dengan obat lain seperti Cytarabine, Mercaptopurine, atau Methotrexate untuk meningkatkan efektivitas pengobatan leukemia.

Kandungan Thioguanine

Thioguanine mengandung bahan aktif Thioguanine, yang bekerja sebagai agen antimetabolit purin dengan cara menghambat pembentukan DNA dan RNA dalam sel kanker.

Obat ini tersedia dalam bentuk:

  • Tablet Thioguanine 40 mg

Selain bahan aktifnya, Thioguanine juga mengandung bahan tambahan seperti:

  • Laktosa monohidrat
  • Povidone
  • Magnesium stearat

Dosis dan Cara Penggunaan Thioguanine

Dosis Thioguanine harus disesuaikan berdasarkan kondisi medis pasien, respons terhadap pengobatan, serta berat badan. Berikut adalah dosis yang umum digunakan:

1. Dosis Thioguanine untuk Leukemia Mieloid Akut (AML)

  • Dewasa dan anak-anak: 2 mg/kg berat badan per hari atau 75–100 mg/m² permukaan tubuh per hari, diberikan dalam dosis tunggal atau terbagi.

2. Dosis Thioguanine untuk Leukemia Mieloid Kronis (CML)

  • Dosis awal: 2 mg/kg berat badan per hari, bisa disesuaikan berdasarkan respons pasien terhadap terapi.

3. Dosis Thioguanine untuk Terapi Pemeliharaan Leukemia

  • Dosis umum: 40–80 mg per hari, tergantung kondisi pasien dan pengawasan dokter.

Cara Penggunaan yang Benar

  • Thioguanine dikonsumsi melalui mulut (oral) dengan segelas air.
  • Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, tetapi usahakan diminum pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jika lupa minum dosis, segera konsumsi begitu ingat, tetapi jangan menggandakan dosis untuk mengganti yang terlewat.
  • Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet sebelum dikonsumsi.
  • Selama pengobatan, pasien harus melakukan pemeriksaan darah rutin untuk memantau efek obat terhadap sumsum tulang dan fungsi hati.

Efek Samping Thioguanine

Thioguanine dapat menyebabkan berbagai efek samping, tergantung pada dosis yang digunakan dan respons tubuh pasien.

Efek Samping Umum

  • Mual dan muntah
  • Diare ringan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri perut
  • Kelelahan atau lemas

Efek Samping yang Jarang Terjadi

  • Pusing atau sakit kepala
  • Sariawan atau nyeri di mulut akibat penurunan sistem imun
  • Anemia (ditandai dengan pucat dan mudah lelah)

Efek Samping Serius (Memerlukan Penanganan Medis Segera)

  • Penurunan jumlah sel darah putih (neutropenia) – Meningkatkan risiko infeksi serius.
  • Penurunan jumlah trombosit (trombositopenia) – Ditandai dengan mudah memar atau perdarahan yang sulit dihentikan.
  • Gangguan hati – Ditandai dengan kulit menguning (jaundice), urine berwarna gelap, dan nyeri perut bagian kanan atas.
  • Reaksi alergi parah – Seperti ruam, pembengkakan wajah, atau kesulitan bernapas.

Jika mengalami efek samping serius, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kontraindikasi dan Peringatan Penggunaan Thioguanine

Thioguanine tidak boleh digunakan dalam beberapa kondisi berikut:

  1. Pasien dengan gangguan hati berat, karena obat ini dapat menyebabkan kerusakan hati.
  2. Pasien dengan gangguan sumsum tulang berat, karena dapat memperburuk penurunan produksi sel darah.
  3. Wanita hamil dan menyusui, kecuali atas rekomendasi dokter, karena dapat menyebabkan kelainan pada janin.
  4. Pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap Thioguanine atau obat kemoterapi lainnya.
  5. Pasien dengan infeksi aktif yang belum terkontrol, karena sistem imun dapat semakin melemah akibat penggunaan Thioguanine.

Interaksi Obat Thioguanine dengan Obat Lain

Thioguanine dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain, seperti:

  • Allopurinol – Dapat meningkatkan efek toksik Thioguanine terhadap sumsum tulang.
  • Obat imunosupresan (Azathioprine, Mercaptopurine) – Meningkatkan risiko infeksi dan gangguan darah.
  • Obat antikoagulan (Warfarin, Heparin) – Efek pengencer darah bisa meningkat, menyebabkan risiko perdarahan.
  • Obat antibiotik tertentu (Sulfonamida, Metronidazol) – Dapat meningkatkan risiko penurunan jumlah sel darah putih.

Jika sedang mengonsumsi obat lain, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Thioguanine untuk menghindari interaksi yang berbahaya.

Kesimpulan

Thioguanine adalah obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati leukemia mieloid akut (AML) dan leukemia mieloid kronis (CML). Obat ini bekerja dengan menghambat sintesis DNA dan RNA dalam sel kanker, sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.

Meskipun efektif, penggunaan Thioguanine harus di bawah pengawasan dokter, karena dapat menyebabkan efek samping serius seperti penurunan jumlah sel darah, gangguan hati, dan risiko infeksi berat. Oleh karena itu, pasien yang menggunakan Thioguanine harus menjalani pemeriksaan darah secara rutin untuk memantau respons tubuh terhadap obat ini.

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai Thioguanine, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.